
Raheem Sterling semakin serius mempertimbangkan masa depannya dengan memprioritaskan kepindahan permanen dari Chelsea pada bursa transfer kali ini. Situasinya di Stamford Bridge tidak kunjung membaik setelah ia tersisih dari rencana tim utama, dan perubahan di kursi pelatih tidak memberi dampak signifikan terhadap posisinya. Kondisi tersebut membuat Sterling menilai bahwa bertahan bukan lagi pilihan ideal.
Minat terhadap pemain berusia 31 tahun itu datang dari sejumlah klub London. West Ham sempat mendekati Chelsea dengan skema peminjaman, namun opsi tersebut tidak sejalan dengan keinginan Sterling yang mengincar kepastian jangka panjang. Fulham juga masuk dalam radar setelah sebelumnya menunjukkan ketertarikan, dan kini disebut siap menjajaki peluang untuk membawanya keluar dari Chelsea secara permanen.
Meski masih ingin berkarier di London, Sterling tidak sepenuhnya menutup pintu untuk hijrah ke kota lain jika tawaran yang tepat datang. Di sisi lain, Chelsea juga memiliki kepentingan besar untuk melepasnya. Beban gaji tinggi yang mencapai ratusan ribu pound per pekan menjadi alasan utama klub ingin membersihkan neraca keuangan, terlebih kontraknya masih tersisa 18 bulan sejak didatangkan dari Manchester City pada 2022.
Dalam beberapa waktu terakhir, Sterling berlatih terpisah dari skuad utama setelah masuk dalam list pemain yang dianggap tidak lagi dibutuhkan. Musim lalu, ia sempat dipinjamkan ke Arsenal, namun kontribusinya terbatas dengan hanya satu gol dari 28 penampilan. Situasi ini membuat bursa transfer Januari menjadi momen krusial bagi Sterling untuk menghidupkan kembali kariernya di level tertinggi.