English
English
Vietnam
Thailand

Pep Guardiola resmi menutup perjalanan panjangnya bersama Manchester City setelah satu dekade penuh kesuksesan. Laga terakhirnya sebagai pelatih City berakhir dengan kekalahan 1-2 dari Aston Villa di Stadion Etihad, namun hasil tersebut tidak mengurangi besarnya penghormatan yang diberikan kepada pelatih asal Spanyol itu. Selama sepuluh tahun menangani Manchester City, Guardiola berhasil membangun salah satu tim paling dominan dalam sejarah sepak bola Inggris dengan koleksi 20 trofi, termasuk enam gelar Liga Inggris dan satu trofi Liga Champions.
Musim terakhir Guardiola bersama City tetap diwarnai prestasi meskipun gagal menutupnya dengan gelar liga. Ia masih mampu membawa tim meraih dua trofi domestik sekaligus finis sebagai runner-up Premier League. Setelah kepergiannya diumumkan secara resmi, perhatian langsung tertuju pada sosok yang akan menggantikannya. Nama mantan asistennya, Enzo Maresca, menjadi kandidat terkuat untuk mengambil alih kursi pelatih utama. Guardiola pun menyatakan siap memberikan dukungan penuh kepada penerusnya dan percaya Manchester City memiliki budaya klub yang mampu melindungi pelatih dalam situasi sulit.
Keputusan Guardiola untuk pergi ternyata sudah dipersiapkan sejak lama. Ia mengaku telah secara mental menerima perpisahan tersebut bahkan sebelum pengumuman resmi dibuat oleh klub. Setelah musim berakhir, Guardiola berencana mengambil jeda panjang dari dunia sepak bola untuk beristirahat setelah bertahun-tahun menjalani tekanan kompetisi di level tertinggi. Perpisahan itu juga menjadi momen emosional bagi sejumlah pemain senior seperti Bernardo Silva dan John Stones yang turut menjalani laga perpisahan bersama City di hadapan para pendukung.
Warisan Guardiola di Manchester City dianggap telah mengubah standar klub menjadi salah satu kekuatan terbesar di Eropa. Banyak pemain memberikan penghormatan atas pengaruh besar yang diberikan Guardiola, baik secara taktik maupun mentalitas juara. John Stones mengenang perjalanan luar biasanya sejak datang ke City bersama Guardiola, sementara Bernardo Silva menyebut sang pelatih sebagai sosok yang membentuk identitas permainan tim selama bertahun-tahun. Kepergian Guardiola menandai berakhirnya salah satu era paling sukses dalam sejarah Manchester City sekaligus membuka babak baru yang penuh tantangan bagi klub tersebut.