English
English
Vietnam
Thailand

Hong Myung-Bo resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih Timnas Korea Selatan kurang dari sehari setelah kepastian tersingkirnya tim dari Piala Dunia. Keputusan tersebut diambil menyusul kegagalan Taeguk Warriors melaju ke babak 32 besar. Korea Selatan mengakhiri fase grup di peringkat ketiga dengan satu kemenangan dan dua kekalahan. Harapan untuk lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik akhirnya pupus setelah hasil pertandingan di grup lain tidak berpihak kepada mereka.
Dalam pernyataan resminya, Hong mengakui bertanggung jawab penuh atas hasil yang diraih tim selama turnamen. Selama dua tahun menangani Korea Selatan, ia mengaku selalu berupaya mengambil keputusan yang dianggap terbaik, mulai dari pemilihan pemain hingga strategi pertandingan. Namun, ia menyadari bahwa hasil di lapangan tidak mampu memenuhi harapan masyarakat dan pencinta sepak bola Korea Selatan, sehingga memilih mengakhiri masa kepemimpinannya tanpa mencari alasan atas kegagalan tersebut.
Perjalanan Korea Selatan di Piala Dunia kali ini sebenarnya dimulai dengan cukup menjanjikan setelah meraih kemenangan atas Republik Ceko pada laga pembuka. Akan tetapi, dua kekalahan beruntun dari Meksiko dan Afrika Selatan membuat posisi mereka merosot di klasemen hingga gagal melangkah ke fase gugur. Hasil tersebut menjadi kemunduran dibandingkan pencapaian edisi 2022 ketika Korea Selatan berhasil lolos dari fase grup sebelum langkah mereka dihentikan Brasil pada babak 16 besar.
Kegagalan itu juga memicu reaksi keras dari Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, yang meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan tim nasional. Ia menilai penunjukan pelatih dan proses pengambilan keputusan di tubuh federasi perlu dibenahi agar lebih mengedepankan kompetensi. Pengunduran diri Hong sekaligus menandai berakhirnya periode keduanya sebagai pelatih tim nasional, setelah sebelumnya ia juga meninggalkan jabatan yang sama usai penampilan mengecewakan Korea Selatan di Piala Dunia 2014.